Langit senja hari ini begitu muram, seperti hati yang sedang mencari. Aku teringat lagi kisah tentangnya. Anafiel. Nama itu bagai melodi air yang mengalir di relung sanubari. Kisah tentangnya, Malaikat yang unik, terpatri dalam ingatan seperti jejak embun di daun pagi. Ia bukan malaikat yang gagah dengan sayap keemasan, melainkan roh air yang lembut dan menenangkan. Sebelum mengemban tugas sebagai salah satu dari delapan malaikat agung Merkabah , ia pernah menyandang jabatan penting sebagai Metatron . Jabatan yang begitu suci, yang hanya dimiliki oleh mereka yang terpilih. Sebelum Samael dan Chronos, Anafiel-lah yang memegang gelar itu. Ia adalah malaikat yang menghukum Samael di kedalaman Dimensi Abyss Pluto , sebuah tempat yang gelap dan dingin. Anafiel, sang malaikat yang tangannya tak ragu menegakkan kebenaran. Namun, di balik kegagahannya, ia adalah seorang mentor yang bijaksana. Sebelum Idris/Enoch diangkat menjadi Metatron berikutnya, Anafiel-lah yang dengan sabar mengajar...
Ruang bagi jiwa untuk tumbuh dan belajar